| |
|
|
Tetap Diperjuangkan
-
Sepintar - pintarnya seorang siswa,
-
Akan dianggap malas atau bodoh,
-
Jika dia tidak mempertahankan kepintarannya.
-
Sebodoh - bodohnya seorang siswa,
-
Akan dianggap rajin atau pandai,
-
Jika ia rajin belajar dan berusaha meningkatkan
perikatnya.
-
-
Secepat cepatnya seorang pelari,
-
Akan dianggap sombong,
-
Jika ia meremehkankan orang lain.
-
Selambat lambatnya seorang pelari,
-
Akan dianggap pantang menyerah,
-
Jika ia terus berlatih dan tidak pernah mengeluh.
-
-
Sepintar pintarnya kita,
-
Kita harus semakin rendah hati dan mempertahankan
kedudukan kita.
-
Sebodoh bodohnya kita,
-
Kita harus semakin rajin dan pantang menyerah.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
Perjuangan Kita
-
Sejelek jeleknya suara yang kita miliki,
-
Belum tentu semua orang bisa berbicara.
-
-
Sejelek jeleknya karya yang kita buat,
-
Belum tentu semua orang bisa membuat karya yang kita
buat.
-
-
Sejelek jeleknya tulisan yang kita buat,
-
Belum tentu semua orang bisa menulis.
-
-
Sejelek jeleknya penemuan yang kita temukan,
-
Belum tentu semua orang bisa membuat bpenemuan yang
kita temukan.
-
-
Sejelek jeleknya gambar yang kita buat,
-
Belum tentu semua orang bisa menggambar.
-
-
Sejelek jeleknya rumah yang kita punya,
-
Belum tentu semua orang bisa memiliki rumah seperti
yang kita punya.
-
-
Jadi, setiap orang yang kurang kemampuannya,
-
Tetaplah terus berjuang menjadi yang terbaik.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
Sebuah Proses
-
Sebuah kue harus mengalami sebuah proses,
-
Jika tidak ada proses pembuatan,
-
Tidak mungkin menjadi sebuah kue yang sempurna.
-
-
Sebuah lukisan harus mengalami sebuah proses,
-
Jika tidak ada proses pengecatan,
-
Tidak mungkin menjadi sebuah lukisan yang sempurna.
-
-
Sebuah baju harus mengalami sebuah proses,
-
Jika tidak mengalami proses penjahitan,
-
Tidak mungkin menjadi sebuah baju yang sempurna.
-
-
Sama seperti kita,
-
Jika kita selalu ingin membuat sesuatu harus bersabar,
-
Pasti kelak akan akan berhasil jika kita bersungguh
sungguh dan sabar.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
Sebagai Orang Yang
Pantang Menyerah
-
Jika
kita orang yang pantang menyerah,
-
Setinggi tingginya gunung,
-
Lebih tinggi semangat kita.
-
-
Jika kita orang yang pantang menyerah,
-
Sebulat bulatnya bumi ini,
-
Lebih bulat tekad kita.
-
-
Jika kita orang yang pantang menyerah,
-
Sedalam dalamnya laut yang ada di dunia ini,
-
Lebih dalam keyakinan kita.
-
-
Jika kita orang yang pantang menyerah,
-
Setebal tebalnya tinta yang kita miliki,
-
Lebih tebal ketangguhan kita.
-
-
Bersyukurlah bagi orang yang pantang menyerah,
-
Karena sikap pantang menyerah itu sangat jarang
dimiliki orang lain.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
Kita Saling Membutuhkan
-
Semua orang membutuhkan guru,
-
Tanpa guru kita tidak akan menjadi pintar,
-
Dan kita akan menjadi bodoh.
-
-
Semua orang membutuhkan tukang kayu,
-
Tanpa tukang kayu kita tidak akan mempunyai rumah,
-
Dan kita akan tinggal di jalanan.
-
-
Semua orang membutuhkan teman,
-
Tanpa teman tidak akan ada yang menghibur kita,
-
Dan kita akan kesepian.
-
-
Semua orang membutuhkan petani,
-
Tanpa petani kita tidak bisa memakan nasi,
-
Dan mungkin kita akan kelaparan.
-
-
Kita pasti membutuhkan orang lain,
-
Walaupun kita tinggal di rumah sendiri,
-
Dari manakah makanan yang kita dapat ?
-
-
Dari manakah minuman yang kita dapat ?
-
Walaupun kita mempunyai uang,
-
Tanpa petani kita tidak bisa makan,
-
Tanpa Tukang kayu kita tidak punya rumah.
-
Jadi kita tidak boleh sombong,
-
Walaupun kita mempunyai uang yang jumlahnya banyak.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
Kesombongan Kita
-
Sepintar pintarnya manusia,
-
Pasti pernah melakukan kesalahan
-
Selucu- lucunya boneka yang kita beli,
-
Pasti akan kita buang
-
-
Sekaya kayanya kita,
-
Pasti pernah kekurangan sesuatu
-
Sekuat kuatnya kita,
-
Pasti mempunyai titik kelemahan
-
-
Sesehat sehatnya kita,
-
Pasti pernah sakit
-
Seenak enaknya susu yang kita minum,
-
Pasti jika sudah lama akan basi
-
-
Jadi sesempurnanya barang kita
-
Atau diri kita, janganlah menyombongkan diri
Grace Suwondo |
| |
|
|
Kenangan
Masa Lalu Yang Indah
Kenapa semakin aku besar ayah makin suka mabuk ?
Tanya Mimi. Entah,ibu juga bingung dan sedih.
Kata ibu Mimi.
Kehidupan mereka benar benar kekurangan karena uang
hasil dari ibunya selalu digunakan ayahnya untuk
membayar hutang ayahnya.
Namun ayahnya hanya berhutang karena berjudi dan selalu
menyiram anaknya saat mabuk,Karena itu Mimi sering masuk
angin dan selalu menangis.
Sewaktu Mimi mengeluh tentang ayahnya,Tiba tiba dia
melihat foto kenang kenangan semasa kecil.Semasa Mimi
kecil ayahnya selalu kwatir jika Mimi sakit dan sayang
kepada keluarganya. Melihat semua ini dia langsung
menangis tersedu sedu,
Dari balik pintu ibunya melihat sambil menangis.
-
Malamnya Mimi ingat dulu kata ayah jika dia mempunyai
keluhan tulis di buku yang pernah ayahnya berikan
kepadanya.Setelah itu dia mengambil buku itu dan
menulis puisi singkat yang berjudul : Kenangan Masa
Lalu Yang Indah
-
-
Semasa kecil,
-
Kehidupan lebih baik.
-
-
Semasa kecil,
-
Ada banyak kebaikan.
-
-
Semasa kecil,
-
Ada banyak kasih sayang.
-
-
Kapan kenangan itu datang lagi ?
-
-
Berapa lama aku menunggu ?
-
-
Setelah itu Mimi menaruh buku itu di kasur ayahnya.
-
Setelah ayahnya selesai mabuk,ayahnya langsung membaca
buku itu,Setelah itu ayahnya langsung menangis.
-
Keesokan harinya ayahnya berjanji ia akan
membahagiakan keluarganya.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
Kegagalan Kita
-
Kegagalan dapat membuat kita menjadi kecewa,
-
Bahkan ada yang sampai putus asa.
-
-
Kegagalan dapat membuat kita menjadi malas,
-
Bahkan ada yang sampai mengurung diri di kamar.
-
-
Kegagalan dapat membuat kita menjadi tidak nafsu
makan,
-
Bahkan ada yang sama sekali tidak mau makan.
-
-
Kegagalan dapat membuat kita tidak mau menjadi sedih,
-
Bahkan ada yang sampai menangis.
-
-
Berapa pun banyaknya kegagalan yang kita buat
janganlah kecewa,
-
Melainkan mencobanya terus,
-
Dan jangan terus memandang ke belakang.
Grace Suwondo |
| |
|
|
Kasih Orang Tua Kita
-
Sepanjang panjangnya jalan yang kita tuju,
-
Lebih panjang kasih orang tua kita.
-
Setinggi - tingginya gunung yang kita daki,
-
Lebih tinggi kasih orang tua kita.
-
-
Seindah indahnya pemandangan yang kita lihat,
-
Lebih indah kasih orang tua kita.
-
Sebesar besarnya rumah yang kita miliki,
-
Lebih besar kasih orang tua kita.
-
-
Semanis manisnya permen yang kita makan,
-
Lebih manis kasih orang tua kita.
-
Bersyukurlah anak - anak yang mempunyai
orang tua,
-
Karena merekalah yang mengurus kita sampai saat ini,
-
Dan tidak mungkin orang tua meninggalkan kita sendiri.
Grace Suwondo |
| |
|
|
Hadiah Di Mimpi
-
Tidak ada permintaan lain selain itu ? Tanya
ayah.
-
Pokoknya aku mau bermain ke Taman Impian . Disana
banyak permen,cokelat,pizza,dan arena bermain Kata
Febri si anak yang penuh khayalan.
-
Akhirnya,orang tua Febri memikirkan permintaan Febri
di malam hari. Pada malam harinya dia bermimpi pergi
ke Taman Impian .
-
Disana banyak permen,coklat dan yang paling
disenanginya adalah pizza. Disana juga ada banyak
sekali arena bermain. Di mimpinya dia bermimpi bermain
selama 24 jam,setelah mencoba semua permainan di
mimpi,dia mimpi bertemu dengan peri kecil,peri itu
berkata Jangan pernah meminta permintaan ini lagi di
hari ulang tahunmu lagi karena bisa merepotkan orang
tuamu. Bangunnya dia menulis puisi singkat untuk
orang tuanya yang berjudul: Kehidupanku Selama Ada
Orang Tua
-
-
Jika
aku sedih,
-
Orang tua menghiburku.
-
-
Jika aku susah,
-
Orang tua membantuku.
-
-
Jika aku sakit,
-
Orang tua mengkwatirkanku.
-
-
Jika aku ingin,
-
Orang tua mengabulkan.
-
-
Jika aku menyusahkan,
-
Orang tua memaafkan.
-
-
Selama aku punya orang tua kehidupanku bahagia,
-
Selama tidak ada orang tua pasti hidupku hampa.
-
-
Selesai menulis puisi itu disimpan di amplop dan
diberikan kepada orang tuanya. Setelah orang tuanya
membaca, Febri langsung meminta maaf. Dan Febri
dipeluk oleh kedua orang tuanya.
-
Pelukan kedua orang tua itu dianggapnya hadiah yang
terindah di hidupnya.
Grace Suwondo
|
| |
|
|
|
| |
|
|
|