Tulisan & Syair karya -  Grace Suwondo !

Menyediakan beberapa karya penulis dan penyair kecil  Grace Suwondo - Untuk Kalangan Sendiri.  Kirimkan karya-karya beserta foto-foto putra-putri anda ke  sales@pasarpagi.com.

 
 

Walaupun Tidak Sempurna

Walaupun kita tidak sempurna,

Tapi perjuangan kita tiada henti – hentinya,

Pasti akan berhasil,

Walaupun kita harus mencobanya berkali – kali.

 

Walaupun kita tidak pintar,

Tapi kita terus belajar dengan tekun,

Pasti perjuangan masa belajar kita tidak sia – sia,

Walaupun masa belajar kita masih lama.

 

Walaupun kita tidak mampu menyenangkan hati orang tua kita,

Tapi kita selalu berusaha,

Pasti usaha kita dihargai oleh orang tua,

Walaupun hasilnya tidak sempurna.

 

Mungkin beberapa dari kita ada yang tidak sempurna,

Tapi jangan putus semangat,

Tetaplah berusaha,

Dan apapun hasilnya itu adalah hasil dari kita sendiri.

                                                  Grace Suwondo

 

   

Uang Bukan Segalanya

 

 Sebanyak – banyaknya uang yang kita punya,

1 Juta pun,

Kita belum bisa membuat 1 juta itu menjadi makanan,

Melainkan membeli di pasar.

 

Sebanyak – banyaknya uang yang kita punya,

1 Juta pun,

Kita belum bisa membuat 1 juta itu menjadi minuman,

Melainkan membelinya di supermarket.

 

Sebanyak – banyaknya uang yang kita punya,

1 Juta pun,

Kita belum bisa membuat 1 Juta itu menjadi mainan,

Melainkan membelinya di toko mainan..

 

Jadi, sebanyak – banyaknya uang yang kita punya,

Kita tidak bisa membuat apapun,

Melainkan membelinya,

Dan uang itu bukan segalanya.

                                                 Grace Suwondo

 

   

Tidak Dapat Dihalangi

 

“ Bagaimana keadaan ibu sekarang ? “ Tanya Kiki dengan gelisah.
” Sudah jangan dipikirkan,kamu sendirikan juga panas 39 derajat.
Jangan beli obat karena kamu harus istirahat,tidak apa – apa kok,ibu hanya batuk.” Kata ibu. Setelah itu Kiki segera membongkar celengannya, ” Uangku Rp 39.000,tapi uang obat Rp 40.000.Mungkin sebaiknya aku mengamen ” Kiki berasal dari keluarga miskin, Karena itu dia terpaksa mengamen dari pagi dan pulang pada malam hari.
Sepulangnya dia membawa hasil senilai Rp 5.000. Dia merencanakan Rp 4.000 untuk ibunya dan Rp 1000 untuk menambahi uang yang kurang untuk membeli obat. Tetapi panas Kiki makin lama naik,dia menjadi lemas, ibunya menyuruhnya beristirahat tapi dia membacakan puisi yaitu:
                     
                                   ”Tidak Dapat Dihalangi ”
 
Sebanyak banyak – banyaknya rintangan yang kuhadapi,
Lebih banyak semangatku.
 
Sesakit – sakitnya penyakit yang kuhadapi,
Lebih banyak harapanku.
 
Selemah – lemahnya aku,
Lebih banyak niatku.
 
Semangat kita pasti tidak dapat dihentikan dengan berbagai rintangan.
 
Lalu Kiki langsung berlari ke apotek.
Kembalinya Kiki segera meminumkan obat itu kepada ibunya.
Setelah itu beberapa hari kemudian ibu Kiki sembuh,
Kiki tidak sadar bahwa panasnya sudah turun.
Tiba – Tiba ibu Kiki menangis karena terharu,
Dan ibu berjanji untuk selalu menjaga Kiki dengan baik,
Dan mencari uang dengan rajin dari hari sebelumnya.
Ibu juga tidak lupa berjanji untuk menjaga kesehatan agar tidak menyusahkan Kiki lagi. 

                                                      Grace Suwondo

   

Tetap Diperjuangkan

Sepintar - pintarnya seorang siswa,
Akan dianggap malas atau bodoh,
Jika dia tidak mempertahankan kepintarannya.
Sebodoh - bodohnya seorang siswa,
Akan dianggap rajin atau pandai,
Jika ia rajin belajar dan berusaha meningkatkan perikatnya.
 
Secepat – cepatnya seorang pelari,
Akan dianggap sombong,
Jika ia meremehkankan orang lain.
Selambat – lambatnya seorang pelari,
Akan dianggap pantang menyerah,
Jika ia terus berlatih dan tidak pernah mengeluh.
 
Sepintar – pintarnya kita,
Kita harus semakin rendah hati dan mempertahankan kedudukan kita.
Sebodoh – bodohnya kita,
Kita harus semakin rajin dan pantang menyerah.

                                                                Grace Suwondo

 

   

Perjuangan Kita

Sejelek – jeleknya suara yang kita miliki,

Belum tentu semua orang bisa berbicara.

 

Sejelek –  jeleknya karya yang kita buat,

Belum tentu semua orang bisa membuat karya yang kita buat.

 

Sejelek – jeleknya tulisan yang kita buat,

Belum tentu semua orang bisa menulis.

 

Sejelek – jeleknya penemuan yang kita temukan,

Belum tentu semua orang bisa membuat bpenemuan yang kita temukan.

 

Sejelek – jeleknya gambar yang kita buat,

Belum tentu semua orang bisa menggambar.

 

Sejelek – jeleknya rumah yang kita punya,

Belum tentu semua orang bisa memiliki rumah seperti yang kita punya.

 

Jadi, setiap orang yang kurang kemampuannya,

Tetaplah terus berjuang menjadi yang terbaik.   

 

                                                         Grace Suwondo

 

   

Sebuah Proses

Sebuah kue harus mengalami sebuah proses,

Jika tidak ada proses pembuatan,

Tidak mungkin menjadi sebuah kue yang sempurna.

 

Sebuah lukisan harus mengalami sebuah proses,

Jika tidak ada proses pengecatan,

Tidak mungkin menjadi sebuah lukisan yang sempurna.

 

Sebuah baju harus mengalami sebuah proses,

Jika tidak mengalami proses penjahitan,

Tidak mungkin menjadi sebuah baju yang sempurna.

 

Sama seperti kita,

Jika kita selalu ingin membuat sesuatu harus bersabar,

Pasti kelak akan akan berhasil jika kita bersungguh – sungguh dan sabar.

                                                         Grace Suwondo

 

   

Sebagai Orang Yang Pantang Menyerah

  Jika kita orang yang pantang menyerah,

Setinggi – tingginya gunung,

Lebih tinggi semangat kita.

 

Jika kita orang yang pantang menyerah,

Sebulat – bulatnya bumi ini,

Lebih bulat tekad kita.

 

Jika kita orang yang pantang menyerah,

Sedalam – dalamnya laut yang ada di dunia ini,

Lebih dalam keyakinan kita.

 

Jika kita orang yang pantang menyerah,

Setebal – tebalnya tinta yang kita miliki,

Lebih tebal ketangguhan kita.

 

Bersyukurlah bagi orang yang pantang menyerah,

Karena sikap pantang menyerah itu sangat jarang dimiliki orang lain.

                                                 Grace Suwondo

 

   

Kita Saling Membutuhkan

 Semua orang membutuhkan guru,

Tanpa guru kita tidak akan menjadi pintar,

Dan kita akan menjadi bodoh.

 

Semua orang membutuhkan tukang kayu,

Tanpa tukang kayu kita tidak akan mempunyai rumah,

Dan kita akan tinggal di jalanan.

 

Semua orang membutuhkan teman,

Tanpa teman tidak akan ada yang menghibur kita,

Dan kita akan kesepian.

 

Semua orang membutuhkan petani,

Tanpa petani kita tidak bisa memakan nasi,

Dan mungkin kita akan kelaparan.

 

Kita pasti membutuhkan orang lain,

Walaupun kita tinggal di rumah sendiri,

Dari manakah makanan yang kita dapat ?

 

Dari manakah minuman yang kita dapat ?

Walaupun kita mempunyai uang,

Tanpa petani kita tidak bisa makan,

Tanpa Tukang kayu kita tidak punya rumah.

Jadi kita tidak boleh sombong,

Walaupun kita mempunyai uang yang jumlahnya banyak.

                                                         Grace Suwondo

 

   

Kesombongan Kita

Sepintar – pintarnya manusia,

Pasti pernah melakukan kesalahan

Selucu- lucunya boneka yang kita beli,

Pasti akan kita buang

 

Sekaya – kayanya kita,

Pasti pernah kekurangan sesuatu

Sekuat – kuatnya kita,

Pasti mempunyai titik kelemahan

 

Sesehat – sehatnya kita,

Pasti pernah sakit

Seenak – enaknya susu yang kita minum,

Pasti jika sudah lama akan basi

 

Jadi sesempurnanya barang kita

Atau diri kita, janganlah menyombongkan diri

                                                         Grace Suwondo

   

     Kenangan Masa Lalu Yang Indah

 ’’ Kenapa semakin aku besar ayah makin suka mabuk ? ’’ Tanya Mimi. ’’Entah,ibu juga bingung dan sedih. ’’ Kata ibu Mimi.

Kehidupan mereka benar – benar kekurangan karena uang hasil dari ibunya selalu digunakan ayahnya untuk membayar hutang ayahnya.

Namun ayahnya hanya berhutang karena berjudi dan selalu menyiram anaknya saat mabuk,Karena itu Mimi sering masuk angin dan selalu menangis.

Sewaktu Mimi mengeluh tentang ayahnya,Tiba – tiba dia melihat foto kenang – kenangan semasa kecil.Semasa Mimi kecil ayahnya selalu kwatir jika Mimi sakit dan sayang kepada keluarganya. Melihat semua ini dia langsung menangis tersedu – sedu,

Dari balik pintu ibunya melihat sambil menangis.

Malamnya Mimi ingat dulu kata ayah jika dia mempunyai keluhan tulis di buku yang pernah ayahnya berikan kepadanya.Setelah itu dia mengambil buku itu dan menulis puisi singkat yang berjudul : ’’ Kenangan Masa Lalu Yang Indah ’’

 

Semasa kecil,

Kehidupan lebih baik.

 

Semasa kecil,

Ada banyak kebaikan.

 

Semasa kecil,

Ada banyak kasih sayang.

 

Kapan kenangan itu datang lagi ?

 

Berapa lama aku menunggu ?

 

Setelah itu Mimi menaruh buku itu di kasur ayahnya.

Setelah ayahnya selesai mabuk,ayahnya langsung membaca buku itu,Setelah itu ayahnya langsung menangis.

Keesokan harinya ayahnya berjanji ia akan membahagiakan keluarganya.

  Grace Suwondo

   

Kegagalan Kita

 Kegagalan dapat membuat kita menjadi kecewa,

Bahkan ada yang sampai putus asa.

 

Kegagalan dapat membuat kita menjadi malas,

Bahkan ada yang sampai mengurung diri di kamar.

 

Kegagalan dapat membuat kita menjadi tidak nafsu makan,

Bahkan ada yang sama sekali tidak mau makan.

 

Kegagalan dapat membuat kita tidak mau menjadi sedih,

Bahkan ada yang sampai menangis.

 

Berapa pun banyaknya kegagalan yang kita buat janganlah kecewa,

Melainkan mencobanya terus,

Dan jangan terus memandang ke belakang.

                                                          Grace Suwondo

   

Kasih Orang Tua Kita

 Sepanjang – panjangnya jalan yang kita tuju,

Lebih panjang kasih orang tua kita.

Setinggi - tingginya gunung yang kita daki,

Lebih tinggi kasih orang tua kita.

 

Seindah – indahnya pemandangan yang kita lihat,

Lebih indah kasih orang tua kita.

Sebesar – besarnya rumah yang kita miliki,

Lebih besar kasih orang tua kita.

 

Semanis – manisnya permen yang kita makan,

Lebih manis kasih orang tua kita.

Bersyukurlah anak - anak yang mempunyai orang tua,

Karena merekalah yang mengurus kita sampai saat ini,

Dan tidak mungkin orang tua meninggalkan kita sendiri.

                                                         Grace Suwondo

   

Hadiah Di Mimpi

 “ Tidak ada permintaan lain selain itu ? ” Tanya ayah.

” Pokoknya aku mau bermain ke ” Taman Impian ”. Disana banyak permen,cokelat,pizza,dan arena bermain ” Kata Febri  si anak yang penuh khayalan.

Akhirnya,orang tua Febri memikirkan permintaan Febri di malam hari. Pada malam harinya dia bermimpi pergi ke ” Taman Impian ”.

Disana banyak permen,coklat dan yang paling disenanginya adalah pizza. Disana juga ada banyak sekali arena bermain. Di mimpinya dia bermimpi bermain selama 24 jam,setelah mencoba semua permainan di mimpi,dia mimpi bertemu dengan peri kecil,peri itu berkata “ Jangan pernah meminta permintaan ini lagi di hari ulang tahunmu lagi karena bisa merepotkan orang tuamu. “ Bangunnya dia menulis puisi singkat untuk orang tuanya yang berjudul: “ Kehidupanku Selama Ada Orang Tua ”

 

 Jika aku sedih,

Orang tua menghiburku.

 

Jika aku susah,

Orang tua membantuku.

  

Jika aku sakit,

Orang tua mengkwatirkanku.

 

Jika aku ingin,

Orang tua mengabulkan.

 

Jika aku menyusahkan,

Orang tua memaafkan.

 

Selama aku punya orang tua kehidupanku bahagia,

Selama tidak ada orang tua pasti hidupku hampa.

 

Selesai menulis puisi itu disimpan di amplop dan diberikan kepada orang tuanya.  Setelah orang tuanya membaca, Febri langsung meminta maaf. Dan Febri dipeluk oleh kedua orang tuanya.

Pelukan kedua orang tua itu dianggapnya hadiah yang terindah di hidupnya.

Grace Suwondo